Jumat, 05 Februari 2016

Sejarah Masuknya Hindu-Budha ke Indonesia







   Hindu pertama kali berkembang setelah kedatangan bangsa Arya ke India sejak 1500 SM lalu melalui Afghanistan dan mendiami wilayah Aryawarta. Aryawarta terletak di Lembah Sungai Indus, India. Bngsa Arya kemudian mendesak ras Dravida yang merupakan penduduk asli India. Percampuran kedua ras itu mengakibatkan sinkretisme yang menjadi salah satu faktor lahirnya agama Hindu.
Tingkatan Varna
Bangsa Arya

   Agama Budha berawal dari pemikiran seorangSidharta gautama yang merupakan keturunan dari Raja Sudadana dan Ratu Maya. Sejak kecil ia diasingkan dari dunia luar karena ramalan bahwa ia akan menjadi pendeta besar. Ketika sudah besar dan menyaksikan penderitaan orang-orang di sekitarnya, Sidharta Gautama melakukan pertapaan di bawah pohon Bodhi di Bodh Gaya. Peristiwa ini terjadi 531 SM dan menjadi awal sejarah lahirnya agama Budha.
Bagaimana agama Hindu-Budha dapat sampai ke Indonesia?Photobucket
 Ada 4 teori yang menyatakan sejarah masuknya Hindu Budha.
A. Teori Brahmana
Teori ini diutarakan Van Leur dengan alasan bahwa para Brahmana mendapat undangan dari penguasa Indoensia untuk kelancaran arus perdagangan dengan India. Dasar lainnya, yaitu sisa-sisa peninggalan kerajaan dan prasasti berbahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Kelemahannya adalah adanya peraturan di India yang melarang para brahmana keluar dari negerinya karena terdapat pantangan untuk menyeberangi lautan.
Huruf Pallawa


B. Teori Ksatria / Kolonisasi
Teori ini dikemukakan oleh F.D.K Bosch, C.C Berg, dan Mookerji, R.C Majundar, dan Nehru. Didasari oleh kekacauan politik yang terjadi di India sehingga beberapa prajurit India melarikan diri ke wilayah Indonesia dan menaklukkan beberapa daerah di Nusantara. Kelebihan teori ini terletak pada semangat petualangan yang dimiliki oleh para kaum Ksatria. Kelemahannya sendiri, yaitu bukti-bukti yang didapati masi kurang mendukung karena para ahli arkeolog belum menemukan jejak persebaran dari para prajurit itu sendiri. Selain itu, para ksatria tidak menguasai huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.
Teori Ksatria
 C. Teori Waisya
Dikemukakan oleh N.J Krom. Dikatakan bahwa para pedagang dari India masuk ke Indonesia. Mereka membawa kebudayaan India dan berhubungan dengan penguasa Indonesia sendiri. Kelebihan dari teori ini bahwa Nusantara telah menjadi jalur perdagangan antara India dan Cina. Kelemahannya adalah para pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya juga tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa.
D. Teori Sudra
Teori Sudra didukung olrh Von Van Faber. Dikatakan bahwa para kaum yang dijuluki kasta Sudra datang ke Indonesia untuk memperbaiki nasib karena peperangan yang terjadi di India saat itu memaksa mereka menjadi seorang budak.
Kasta Sudra

 E. Teori Arus Balik

Teori Arus Balik dikemukakan oleh F.D.K Bosch yang menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu-Budha berasal dari Indonesia sendiri yang diawali kunjungan para pendeta India ke Indonesia. Akibatnya, para pedenta ini kemudian  berkunjung ke India untuk memperdalam agama Hindu maupun Buddha untuk kemudian disebarkan kembali ke Indonesia. Dibuktikan dengan prasasti Nalanda yang menyebutkan bahwa Balaputra ( Raja Sriwijaya ) meminta kepada raja India untuk membangun vihara di Nalanda sebagai tempat menuntut ilmu para tokoh di Sriwijaya.

Mengapa terdapat begitu banyak teori? Karena teori sendiri merupakan hasil analisis dari berbagai sumber dan pendapat di antara para ahli yang dikatakan valid jika mempunyai bukti yang dapat diterima. Bayangkan saja, ketika seorang buta yang tidak pernah melihat atau mengetahui rupa gajah, ketika mereka disodorkan seekor gajah untuk kemudian dideskripsikan. Akan ada yang mengatakan bahwa gajah itu pipih karena ia menggenggam telinganya, akan ada yang mengatakan gajah itu bulat karena ia memeluk kakinya, atau bahkan ada yang mengatakan gajah itu besar karena ia meraba tubuhnya. Begitulah sejarah.

Sekian, mohon maaf bila terdapat kekeliruan


Photobucket

Sumber : wikipedia.org , http://www.slideshare.net/clarariadnn/materi-x-kelas-x-perkembangan-agama-dan-kebudayaan-hindu-budha-di-indonesia , ipietoon.com , Farid, Samsul.-.Sejarah Indonesia untuk SMA-MA/SMK Kelas X.-:Yrama Widya







Kamis, 04 Februari 2016

Pengucilan Calon Orang Besar

   Beberapa orang pasti pernah menertawakan seseorang yang memipin di barisan depan. Walaupun hanya kesalah kecil tak disengaja yang dilakukan. Entah itu hanya cekikikan kecil, tawa, bahkan cemooh. Siapa tahu? Orang yang saat ini kita tertawakan adalah seorang pemimpin besar. Cemoohan kalian tentu akan terngiang hingga ia dewasa. Itulah mengapa banyak di antara kita yang masih belum memahami pentingnya menghargai. Ketika banyak yang berkata bahwa banyak pemuda Indonesia yang memilih mengabdi di luar negeri, itu disebabkan oleh hal-hal kecil seperti ini. Oleh karena itu, coba hormatilah calon-calon pemimpin itu mulai dari sekarang. ingat, pengecut hanya menrtawakan dari belakang!

Angkatan XXI

Secercah harapan muncul dari sini
Ketika genggaman tangan mampu menguatkan
Ketika perbedaan malah mengeratkan
Kita sama-sama berjuang
Bahkan kita pernah menangis bersama
Tapi air mata itu berhenti
Kala kita saling tahu
Bahwa kita tidak sendiri

Discaria Paladinteri Montera De Manics - est. 21.00 21.9.15 -

PLTU Suralaya

Night Performance
Peresmian Angkatan
Idul Adha
Night Performance

Jumat, 29 Januari 2016

Zaman Flintstones

wildsvillegallery.com

   Ingat kartun The Flintstones? Kartun dengan tokoh utama Fred dan Wilma Flintstone serta anak perempuan mereka yang berama Pabbles. Yang menarik dari kartun ini adalah cerita mengenai kehidupan sehari-hari mereka pada zaman batu. Namun, anehnya pada kartun ini diceritakan si tokoh memiliki mobil, baju-baju bagus, dan pot! Bagaimana sih zaman batu yang sebenarnya?
   Nah, zaman batu adalah masa prasejarah yang luas ketika manusia menciptakan alat dari batu karena ketiadaan teknologi yang memadai. Zaman batu sendiri dipilah menjadi tiga zaman, yaitu: 
·    

·         Paleolithikum
      Adalah zaman batu tua yang bermula antara 50.000 SM hingga 10.000 SM.
      Karakteristik :
a.     Tempat tinggal nomaden ( berpindah-pindah )
b.     Hidup dalam kelompok-kelompok kecil
c.     Bergantung pada alam
d.     Food-gathering, mereka mencari biji, umbi, buah, serta daun serta berburu sebagai makanan
e.     Peralatan sehari-hari menggunakan batu, kayu, dan tulang binatang dengan tekstur yang sangat kasar karena tidak diasah atau dipolis
f.        Jenis manusia purba Pithecanthropus erectus, Homo wajakenensis, Meganthropus paleojavanicus,  dan Homo Soloensis berdasarkan penemuan fosil di sungai Bengawan Solo
     Peninggalan:
a.     Kapang genggam
      Alat ini serupa dengan kapak pada umumnya namun tidak memiliki pegangan sehingga kita harus langsung menggengamnya. Digunakan sebagai alat pemotong, alat gali umbi, dan untuk menguliti binatang. Dibuat dengan cara menajamkan salah satu sisi batu.
b.     Kapak Perimbas
      Alat ini digunakan untuk menebas kayu, memahat tulang, maupun sebagai senjata. Alat ini ditemukan di wilayah Gombong, Pacitan, Sukabumi, dan Goa Choukoutieen.
c.     Flakes
      Terbuat dari serpihan Batu Chalcedon dan berfungsi sebagai alat kupas makanan, berburu, menangkap ikan, dan mengumpulkan umbi dari tanah.
·      Mesolithikum
      Adalah zaman batu madya yang berlangsung kurang lebih 10.000 tahun lalu.
      Karakteristik :
a.     Nomaden
b.     Food-gathering
c.     Alat berasal dari batu dan masih kasar
d.     Jenis manusianya bangsa Papua-Melanosoid
      Peninggalan :
a.     Kjokkenmodinger
      Pada zaman ini ditemukan tumpukan fosil sampah dapuir yang telah mengeras. Sampah tersebut berupa kulit Kerang dan siput dengan ketinggian rata-rata mencapai kurang lebih 7 meter. Ditemukan di pantai timur Pulau Sumatera
b.     Pebble / Kapak Genggam
c.     Hachecourt / Kapak Pendek
d.     Pipisan
      Alat giling makanan dan penghalus cat merah untuk keperluan religious bahkan ilmu sihir
e.     Penemuan lukisan gua di Papua yang bertujuan sebagai ritual kegamaan, ilmu sihir, dan peringatan peristiwa penting
f.        Lukisan tapak tangan di Gua Leang-leang, Sulawesi Selatan
g.     Abris Sous Rouche
      Gua yang dipakai sebagai tem,pat tinggal sementara
·         Neolithikum
      Adalah zaman batu muda
Karaktersitik :
a.     Sedenter / menetap
      Rumah kecil berbentuk bulat dengan atap dedaunan yang kemudian berkembang menjadi bangunan lebih besar yang menggunakan tiang dan berbentuk persegi panjang.
b.     Bercocok tanam dan berternak
c.     Munculnya kepercayaan animism dan dinamisme
d.     Munculnya pembuatan tembikar
      Peninggalan :
a.     Kapak persegi
b.     Kapak lonjong
c.     Kapak bahu
·      Megalithikum
     Adalah zaman batu besar
     Karakteristik :
a.     Munculnya ide kepercayaan dengan mendirikan batu besar
      Peninggalan :
a.     Kapak persegi
b.     Kapak lonjong
c.     Menhir
      Tugu pemujaan
d.     Dolmen
       Meja tempat meletakkan sesajen
e.     Kubur Batu
f.        Waruga
g.     Sarkofagus
       Batu utuh dengan penutup sebagai keranda mayat
h.      Punden Berundak
       Batu bertumpuk sebagai tempat pemujaan
i.         Arca
       Patung yang menyerupai hewan maupun manusia
j.         Pandhusa
          Kubur batu berbentuk meja batu dengan bagian kaki tertutup rapat
           Nah, sekarang mari kita bandingkan dengan kehidupan zaman batu yang terdapat
           dalam kartun The Flinstones, apakah mirip ? :D
   




 

Let's Talk Template by Ipietoon Cute Blog Design